Tradisi merariq
Tradisi merariq

Kelahiran, pernikahan dan kematian merupakan 3 fase kehidupan yang memiliki arti penting bagi kehidupan manusia. ketiga fase kehidupan tersebut dimaknai sebagai suatu proses penghambaan yang kaya nilai filosofis oleh segenap suku bangsa yang ada di tanah nusantara. Balutan prosesi ritual adat pun tak luput dari perayaan ketiga fase kehidupan tersebut.Ada 3 tradisi kebudayaan Nusantara yang mewakili ketiga fase kehidupan tersebut, yang pertama “tedhak sinten” dari Jawa yang merepresentasikan kelahiran, “merariq” dari Lombok yang merupakan prosesi pernikahan dan “rambu solo” upacara pemakaman masyarakat Tana Toraja.

Tedhak Sinten Prosesi Memasukkan Bayi Dalam Kurungan

Di masyarakat Jawa sendiri kelahiran seorang bayi akan disambut dengan budaya tedhak sinten. Tedhak Sinten sendiri memiliki arti turun tanah dalam bahasa setempat, tedhak sinten dilakukan oleh anak yang sudah mencapai umur pitung lapan (7×35) atau delapan bulan kalender Masehi, biasanya si anak sudah mulai berjalan.

Fase kehidupan
Tedhak Sinten

Prosesi “Tedhak Sinten” sendiri memiliki tujuh rangkaian upacara yang mengandung nilai filosofis di setiap rangakaiannya. Pada tahap pertama, anak akan dituntun untuk berjalan diatas tujuh jadah (jenang ketan) dengan tujuh warna berbeda yaitu hitam, ungu, biru, hijau, merah, kuning, dan putih. Maknanya, hidup berawal dari yang gelap dan akan berakhir menuju yang terang. Tahap kedua, anak dibimbing menaiki tangga yang terbuat dari tebu jenis Arjuno yang merupakan simbol jenjang kehidupan dan melambangkan harapan agar sifat sang anak seperti Arjuna. Tebu juga merupakan akronim dari antebing kalbu yang bermakna keteguhan hati.

Tahapan selanjutnya anak akan dibiarkan mencakar-cakar tanah dengan kedua kakinya dengan harapan agar si anak mampu mencari rezeki kelak saat dewasa. Tahapan keempat dari prosesi ini, anak akan dimasukkan kedalam kurungan ayam yang berisi berbagai macam mainan mulai dari alat musik sampai alat masak. Kurungan sendiri bermakna dunia dan mainan yang akan dipili melambangkan profesinya kelak ketika dewasa. Tahap kelima, anak akan diberi uang logam dan beras kuning dengan harapan anak akan selalu diberkahi rezeki namun tetap dermawan. Selanjutnya anak akan dimandikan dengan air yang telah dicampur dengan kembang 7 rupa. Ini bermakna agar anak senantiasa menjaga nama baik keluarganya. Yang terakhir adalah anak akan dibiarkan bermain dengan teman sebayanya, maknanya dalam hidup selalu butuh teman dan bersosialisasi.

Merariq, Prosesi Sakral Pernikahan Suku Sasak

Dalam adat suku Sasak Lombok, pernikahan disebut dengan merariq. Secara etimologis kata merariq diambil dari kata “lari”, karena itu merariq sendiri berarti melarikan atau kawin lari. Ketika mendengar kata kawin lari, pasti stigma negatif akan muncul di pikiran Anda bukan? Namun tradisi kawin lari di Lombok memiliki nilai filosofis tinggi yang harus Anda ketahui. Nilai “heroik” merupakan nilai yang sangat kental pada adat ini, sikap yang seperti itu menurut masyarakat Lombok merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan bila ingin membangun rumah tangga. Sikap kepahlawanan tidak hanya dilihat dari keberanian sang pria untuk menikahi mempelai wanita, tapi tanggung jawabnya dalam menjaga dan membahagiakan pasangannya.

Merariq Tradisi Kawin Lari
Merariq Tradisi Kawin Lari

Rambu Solo Pemakaman Mahal Dari Tana Toraja

Upacara Rambu Solo merupakan upacara pemakaman asal Tana Toraja yang dilakukan untuk menghormati para leluhur. Rambu Solo sendiri memiliki empat rangkaian upacara yaitu Ma’Tudan Mebalun yaitu proses pembungkusan jasad, Ma’Roto yaitu proses menghias peti jenazah dengan benang emas dan perak, Ma’Popengkalo Alang adalah proses pengarakan jasad menuju lumbung untuk disemayamkan, yang terakhir Ma’Palao atau Ma’Pasonglo merupakan proses pengarakan jasad dari Rumah Tongkonan menuju Lakkian atau kompleks pemakaman.

Rambu Solo
Tradisi Rambu Solo

Menurut masyarakat Tana Toraja, terdapat nilai-nilai filosofis dalam rangkaian acara Rambu Solo ini seperti, tolong-menolong, gotong royong dan nilai religi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here